Serang, 13 Juni 2026 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Assalamiyah periode 2026-2027 telah sukses menggelar Rapat Kerja Kabinet (Raker) yang bertempat di Cafe Seruput Jawilan pada Hari Sabtu, 13 Juni 2026 Pukul 17.00 s/d selesai. Rapat ini menjadi langkah awal penyelarasan visi, misi, dan program kerja seluruh kementerian/departemen untuk satu periode kepengurusan ke depan.Mengusung tema " "Bersama dalam gerakan, bergerak dalam perubahan, dan bertumbuh dalam pengabdian", rapat kerja ini berfokus pada komitmen DEMA sebagai wadah aspirasi mahasiswa yang berlandaskan asas pengabdian, pergerakan, dan kesejahteraan.Rapat kerja ini menghasilkan berbagai keputusan strategis, termasuk penetapan program kerja utama yang terbagi dalam beberapa bidang/kementerian.
Lucky Kurniawan selaku Presiden Mahasiswa DEMA STAI Assalamiyah, menyatakan bahwa peluncuran program kerja ini dirancang untuk menjawab tantangan mahasiswa dan memberikan dampak langsung."Rapat kerja bukan sekadar formalitas, dan kegiatan seremonial belaka, melainkan komitmen kolektif kami untuk menyatukan arah langkah. Kami berharap seluruh program kerja yang telah disahkan dapat bersinergi dengan seluruh elemen sivitas akademika dan membawa perubahan positif bagi kampus maupun masyarakat luas," tegas Lucky Kurniawan _
Serta kami akan terus berkomitmen mengawal kebijakan kampus yang tidak berpihak kepada Kepentingan Mahasiswa demi terwujudnya kesejahteraan yang merata serta berkelanjutan, Serta kami akan selalu ada di barisan masyarakat. Dan juga senantiasa memegang teguh prinsip gerakan mahasiswa yang IX sesuai dengan Nama Kabinet DEMA STAI Assalamiyah Periode 2026-2027 yaitu
NAWA DHARMA.
Nawa Dharma berasal dari bahasa Sansekerta, di mana "Nawa" berarti sembilan dan "Dharma" berarti prinsip kebenaran, kewajiban yang benar, atau jalan yang memelihara ketertiban dan keadilan. Secara harfiah, istilah ini dapat diartikan sebagai "Sembilan Prinsip Kebenaran" atau "Sembilan Jalan Kebaikan".
Asas / Prinsip Nawa Dharma Makna dalam Konteks
Gerakan Mahasiswa
1.Dharma Kebenaran: Berpikir dan bertindak berdasarkan fakta, data, dan kebenaran, serta menolak kebohongan dan penyebaran informasi salah.
2. Dharma Keadilan: Memperjuangkan kesetaraan hak bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi, budaya, atau identitas.
3. Dharma Kritis: Mampu menilai situasi secara mendalam, tidak menerima keadaan apa adanya, dan berani menantang sistem yang tidak adil.
4. Dharma Inovasi: Terbuka terhadap pemikiran baru, kemajuan teknologi, dan cara-cara baru untuk memecahkan masalah.
5. Dharma Solidaritas: Membangun rasa saling mendukung, peduli terhadap penderitaan orang lain, dan bersatu dalam perjuangan.
6. Dharma Akuntabel: Menyadari konsekuensi dari setiap tindakan dan berkomitmen menyelesaikan apa yang telah dimulai.
7. Dharma Inklusivitas: Membuka ruang bagi berbagai pandangan dan latar belakang, serta menjauhkan diri dari diskriminasi dan intoleransi.
8. Dharma Kemandirian: Membangun kemampuan diri dan organisasi agar tidak bergantung pada kekuatan luar yang dapat membatasi kebebasan bergerak.
9. Dharma Berkelanjutan: Melakukan perjuangan yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi memberikan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kabinet Nawa Dharma
"Bersama dalam gerakan, bergerak dalam perubahan, dan bertumbuh dalam pengabdian"_



