Menurut informasi yang dihimpun, pemagaran tersebut diduga dipicu oleh persoalan pribadi atau dendam terhadap salah seorang pengusaha yang beraktivitas di wilayah tersebut. Akibatnya, akses jalan yang biasa digunakan masyarakat menjadi terganggu dan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Sejumlah warga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara musyawarah dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pihak terkait agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
"Jalan tersebut selama ini digunakan untuk aktivitas warga. Kami berharap ada solusi yang baik sehingga kepentingan masyarakat tidak dirugikan," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang melakukan pemagaran maupun pemerintah Desa Junti terkait status jalan dan alasan dilakukannya pemagaran tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah desa segera turun tangan untuk melakukan mediasi dan memastikan hak akses warga tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.
Tim


