JAWILAN, SERANG — Camat Jawilan, Kabupaten Serang, Samsudin, S.Pd., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai kegiatan sosialisasi Tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan di kawasan pantai dan sempat mendapat sorotan dari sejumlah aktivis.
Dalam klarifikasinya, Samsudin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki sasaran yang telah ditentukan, yakni melibatkan unsur masyarakat dan kelembagaan desa, seperti RT, RW, Karang Taruna, serta lembaga desa lainnya.
Samsudin menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jawilan serta unsur masyarakat Desa Bojot.
“Yang menjadi sasaran kegiatan itu RT, RW, Karang Taruna dan lembaga desa lainnya,” ujar Samsudin. Senin 31 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, terdapat dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Jawilan yang turut memberikan materi, yakni Bidan Fitri dan Bidan Siti Herlina.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur masyarakat Desa Bojot, di antaranya kader Posyandu, PKK, serta Satgas Paru Desa Bojot.
Menurut Samsudin, keterlibatan kader dan unsur masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan kembali informasi mengenai pencegahan serta penanganan TBC kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Terkait lokasi kegiatan yang sebelumnya menjadi sorotan, Camat Jawilan menjelaskan bahwa penentuan tempat pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.
“Mengenai tempat, tergantung pada kesepakatan bersama,” jelas Samsudin.
Samsudin juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk masyarakat umum yang hadir secara langsung, tetapi juga melibatkan unsur-unsur yang dinilai memiliki peran dalam membantu menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi dari Camat Jawilan tersebut, diharapkan pemberitaan sebelumnya tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Penjelasan ini sekaligus menjadi hak jawab pihak Kecamatan Jawilan atas pemberitaan yang sebelumnya dimuat oleh media Serangpost.com.
Kegiatan sosialisasi TBC tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para kader dan unsur masyarakat mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan TBC.
Selanjutnya, informasi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh kader Posyandu, PKK, Satgas Paru, RT, RW, Karang Taruna, maupun unsur masyarakat lainnya kepada warga di lingkungan masing-masing.
( Redaksi )



