Iklan

Iklan

Warga Kampung Curug Kuda Keluhkan Debu dan Polusi, Aktivis Minta Instansi Terkait Periksa Perizinan dan AMDAL PT MBI

Media Serang Post
Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T07:19:59Z




SERANG, POST.COM, 8 Juni 2026 – Warga Kampung Curug Kuda, Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengeluhkan debu dan polusi udara yang diduga berasal dari aktivitas produksi PT MBI yang bergerak di bidang produksi bahan coran beton (batching plant).


Keluhan tersebut disampaikan warga pada Senin (8/6/2026). Mereka mengaku debu yang berterbangan dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan.


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Jawilan, Sardama, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait debu dan polusi yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan tersebut.


"Memang ada keluhan dari masyarakat terkait debu yang berterbangan dan mengganggu pernapasan warga. Selain itu, masyarakat juga berharap pihak perusahaan dapat memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, termasuk bantuan atau kompensasi untuk musala di Kampung Curug Kuda," ujarnya.


Selain meminta perhatian terhadap fasilitas ibadah, warga juga berharap pihak perusahaan melakukan penyiraman jalan dan area sekitar secara rutin guna meminimalisasi debu yang berterbangan akibat aktivitas produksi maupun lalu lintas kendaraan operasional.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT MBI belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat. Harnoko yang disebut-sebut sebagai HRD perusahaan telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun belum memberikan respons.


Awak media kemudian mendatangi lokasi perusahaan untuk meminta konfirmasi secara langsung. Namun petugas keamanan (security) yang berada di lokasi menyampaikan bahwa Harnoko sedang tidak berada di tempat.


"Pak Harnoko sedang keluar. Nanti saya coba hubungi juru bicaranya," ujar petugas keamanan kepada awak media.


Meski demikian, setelah dilakukan komunikasi dengan pihak yang disebut sebagai juru bicara perusahaan, awak media juga belum memperoleh penjelasan yang jelas terkait persoalan tersebut.


"Itu bukan kewenangan saya, Pak. Silakan hubungi Pak Harnoko saja," ujarnya singkat.


Menanggapi keluhan warga, sejumlah aktivis lingkungan dan pemerhati kebijakan publik meminta pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang diduga menjadi sumber debu dan polusi tersebut.


Aktivis mendesak agar pemeriksaan tidak hanya berfokus pada dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat, tetapi juga mencakup aspek legalitas perusahaan, dokumen perizinan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), UKL-UPL, serta kesesuaian titik koordinat lokasi perusahaan dengan peruntukan tata ruang dan kawasan industri yang berlaku.


"Kami meminta dinas terkait turun langsung melakukan pengecekan secara menyeluruh, mulai dari dampak lingkungan, dokumen AMDAL, perizinan operasional, hingga kesesuaian titik koordinat dan peruntukan kawasan industri. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," ujar salah seorang aktivis.


Menurut mereka, langkah tersebut penting dilakukan guna memastikan aktivitas industri berjalan sesuai ketentuan serta tidak merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha.


Hingga berita ini diterbitkan, warga Kampung Curug Kuda masih berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan agar permasalahan debu dan polusi dapat segera ditangani demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Warga juga menunggu tanggapan resmi dari manajemen PT MBI terkait berbagai keluhan yang telah disampaikan serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan.


(Tim/red)

Komentar

Tampilkan

  • Warga Kampung Curug Kuda Keluhkan Debu dan Polusi, Aktivis Minta Instansi Terkait Periksa Perizinan dan AMDAL PT MBI
  • 0

Terkini

Terkini Lainnya