Iklan

Iklan

Ironis, Pelayanan Puskesmas Jawilan Dikeluhkan Masyarakat, Aktivis Minta Pemerintah Bertindak

Media Serang Post
Sabtu, 06 Juni 2026, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T11:22:11Z

 



SERANG POST.COM, – Pelayanan di Puskesmas Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah aktivis di Banten, kini masyarakat menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti berbagai keluhan yang muncul.


Dani Hamdani, Pimpinan Redaksi BisikanRakyat.com, mengaku terkejut setelah mengalami langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Jawilan saat membawa anaknya berobat pada Jumat (5/6/2026).


Menurut Dani, selama ini dirinya hanya menerima informasi dari masyarakat yang mengeluhkan pelayanan di puskesmas tersebut. Namun, pengalaman yang dialaminya sendiri membuatnya memahami keluhan yang selama ini disampaikan warga.


"Saya sebelumnya hanya mendengar keluhan masyarakat. Namun saat membawa anak saya  untuk mendapatkan perawatan medis, saya justru mengalami sendiri pelayanan yang dikeluhkan warga," ujar Dani, Sabtu (6/6/2026).


Ia menjelaskan, saat pemeriksaan dilakukan oleh seorang dokter bernama Jhonatan, anaknya disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Menurut Dani, Jhonatan menyampaikan bahwa kondisi pelayanan di puskesmas saat itu sedang penuh.


"Anak saya hanya mengalami demam biasa, tetapi langsung disarankan dirujuk ke rumah sakit dengan alasan tempat penuh," katanya.


Dani mengaku sempat mempertanyakan alasan rujukan tersebut. Menurutnya, anaknya masih memungkinkan untuk mendapatkan penanganan di Puskesmas Jawilan.


"Saya mempertanyakan kenapa harus dirujuk, padahal anak saya masih bisa ditangani di puskesmas. Kalau tidak dirujuk apakah tidak akan ditangani? Saat itu saya merasa bingung dengan penjelasan yang diberikan," ungkapnya.


Ia juga mengaku kurang nyaman dengan respons yang diterimanya saat berdiskusi mengenai kondisi anaknya. Menurut Dani, anaknya hanya mengalami demam biasa, namun tanggapan yang diberikan dinilai kurang memberikan kepastian terkait penanganan pasien.


Meski pada akhirnya anaknya tetap mendapatkan perawatan berupa pemasangan infus dan menjalani perawatan hingga dua botol infus habis, Dani menilai pelayanan yang diterimanya terkesan lambat dan kurang maksimal.


"Alhamdulillah anak saya akhirnya ditangani. Setelah dua botol infus habis, saya membawa pulang anak saya. Namun saya berharap pelayanan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan agar warga merasa nyaman saat berobat," ujarnya.


Dani menambahkan, setelah mengalami kekecewaan terhadap pelayanan yang diterimanya, dirinya berupaya menemui Kepala UPT Puskesmas Jawilan, Imas migarti, untuk mengonfirmasi terkait standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang diterapkan di puskesmas tersebut. Namun, menurut informasi yang diterimanya, Kepala UPT sedang tidak berada di tempat.


"Saya ingin mengonfirmasi langsung terkait SOP pelayanan, tetapi saat itu Kepala UPT tidak ada di tempat dan diinformasikan sedang berada di luar," katanya.


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kapasitas pelayanan dan kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan dasar.


Sebelumnya, sejumlah aktivis di Banten juga telah meminta Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten untuk mendengar serta menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Jawilan.


Hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas Jawilan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Media masih berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.


Masyarakat kini menunggu langkah evaluasi dan tindak lanjut dari instansi terkait guna memastikan pelayanan kesehatan yang optimal, profesional, dan humanis bagi seluruh warga.


Red

Komentar

Tampilkan

  • Ironis, Pelayanan Puskesmas Jawilan Dikeluhkan Masyarakat, Aktivis Minta Pemerintah Bertindak
  • 0

Terkini

Terkini Lainnya