LEBAK, BANTEN – Momentum kedekatan emosional dan komitmen kemanusiaan yang mendalam tersaji secara elegan di Padepokan Kisakar Dirgantara, Kampung Angsana, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Di tengah padatnya dinamika agenda legislatif di tingkat kabupaten, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), *Regen Abdul Aris, S.E.,* memilih turun langsung menyapa masyarakat akar rumput perbatasan dalam sebuah kunjungan kerja kemitraan sosial yang sarat akan nilai-nilai gotong royong.
Kunjungan yang berlangsung humanis dan penuh kehangatan ini disambut langsung oleh Ketua Umum LSM Nusantara Indah Lingkungan (LSM-NIL) sekaligus Pendiri Padepokan Kisakar Dirgantara, Michael, didampingi pengurus adat padepokan, alim ulama, tokoh masyarakat, serta Ketua Karang Taruna, Ahmad Tohiri. Kehadiran politisi yang akrab disapa Pak Regen ini segera disambut antusiasme ratusan warga dari Kampung Angsana dan kampung tetangga yang telah memadati area padepokan.
*Menyerap Aspirasi Secara Cermat dan Membawa Kebahagiaan Nyata*
Rangkaian dokumentasi kegiatan menunjukkan potret kepemimpinan yang berwibawa sekaligus bersahaja. Sejak sore hari, ratusan emak-emak dan warga tampak tertib mengantre dalam barisan panjang demi menyambut kehadiran wakil rakyat mereka.
Pak Regen terlihat bersusah payah membagikan langsung paket bantuan logistik berupa 3 kuintal beras yang dikemas mandiri per 2 kilogram secara rapi guna memastikan ketepatan sasaran bantuan. Selain kebutuhan pokok, santunan materiil secara khusus juga diserahkan kepada kaum jompo, lansia, dan warga kurang mampu di pelataran saung utama padepokan.
Jauh dari kesan formalitas birokrasi yang kaku, suasana berubah menjadi ruang diskusi yang inklusif saat Pak Regen duduk bersila di dalam saung untuk makan bersama warga secara lesehan menggunakan alas daun pisang tradisional. Di momen inilah esensi pengawasan legislatif berjalan dengan sangat intelektual; Pak Regen dengan penuh ketelitian mencatat poin demi poin keluhan serta aspirasi yang disampaikan oleh para ustad, tokoh masyarakat, dan pengurus padepokan terkait penataan infrastruktur sosial serta kelestarian budaya di wilayah perbatasan.
Tidak hanya menyerap keluhan, kehadiran Pak Regen juga menjadi perekat sosial yang menghibur. Suasana kemasyarakatan kian hidup saat anak-anak didik Padepokan Kisakar Dirgantara menampilkan seni bela diri pencak silat tradisional sebagai bentuk penghormatan. Dengan penuh keceriaan, Pak Regen memberikan apresiasi langsung (saweran) kepada para pesilat muda dan membaur bersama warga dalam kegembiraan joget kebudayaan demi menghidupkan mentalitas positif masyarakat.
Kedekatan yang begitu tulus ini meninggalkan kesan yang teramat mendalam. Ketika waktu berpamitan tiba, suasana haru tak terbendung menyelimuti Padepokan Kisakar Dirgantara. Ketulusan sikap Pak Regen yang bersedia meluangkan waktu berharga demi berbagi tawa dan pelukan hangat membekas kuat di hati warga, hingga membuat banyak kaum ibu meneteskan air mata terharu. Selepas kepergiannya, warga secara spontan menggelar doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
*Pernyataan Intelektual Ketua Umum LSM-NIL / Pendiri Padepokan*
Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua Umum LSM-NIL sekaligus Pendiri Padepokan Kisakar Dirgantara, Michael, memberikan pernyataan resmi.
_"Kehadiran Bapak Regen Abdul Aris, S.E., di Padepokan Kisakar Dirgantara hari ini merupakan wujud konkret dari manifestasi compassionate leadership—sebuah gaya kepemimpinan modern yang digerakkan oleh empati objektif dan ketulusan nurani. Kami sangat menghormati dan mengagumi dedikasi beliau. Di tengah padatnya jam kerja kedewanan, beliau tidak ragu untuk turun langsung ke pelosok perbatasan,"_ ujar Michael.
_"Sebagai representasi Komisi III DPRD Lebak yang membidangi sektor kemasyarakatan dan sosial, komitmen beliau sangat teruji ketika secara saksama mencatat poin demi poin kebutuhan riil warga dan pengurus adat. LSM-NIL memandang aksi nyata ini sebagai role model bagaimana fungsi artikulasi politik parlemen harus berjalan beriringan dengan kebudayaan lokal,"_ pungkasnya.
(Redaksi)



