LUAR NEGERI — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal mengirim delegasi kepala desa untuk mengikuti kegiatan studi tiru pengelolaan desa di luar negeri.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam mengembangkan potensi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong inovasi pengelolaan desa.
Dalam video yang beredar, terlihat Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, meninjau langsung sebuah desa yang mengembangkan pengelolaan potensi desa secara kolektif melalui konsep BUMDes Bersama.
Mulyadin melihat berbagai sektor yang dikembangkan, mulai dari kerajinan tangan, industri karet, pariwisata, hingga komoditas kopi.
“Kita lihat bagaimana pengelolaan potensi desa mulai dari kerajinan tangan, industri karet, wisata, sampai pengembangan kopi. Ini bisa ditiru oleh para kepala desa di Indonesia. Tinggal bagaimana inovasi dan cara membuatnya sehingga punya nilai jual bagi masyarakat,” ujar Mulyadin Malik.
Apa yang Dipelajari Delegasi Indonesia?
1. BUMDes Bersama
Pengelolaan sejumlah desa dilakukan secara bersama dalam satu wadah. Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi kolektif dan meningkatkan daya saing usaha desa.
2. Pengembangan UMKM dan Kerajinan
Delegasi juga mempelajari pengembangan produk lokal, mulai dari kerajinan tangan, produk olahan hingga berbagai suvenir khas desa yang dipasarkan melalui galeri.
3. Wisata dan Ekonomi Kreatif
Potensi wisata dipadukan dengan aktivitas ekonomi kreatif. Dalam kegiatan tersebut, delegasi melihat berbagai workshop yang melibatkan masyarakat, seperti pengolahan hasil pertanian, pembuatan kerajinan, hingga pemanfaatan bahan-bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
4. Pengelolaan Kolam dan Pertanian
Sektor pertanian dan pengelolaan kolam turut dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa. Pengelolaan potensi tersebut menjadi salah satu contoh diversifikasi ekonomi yang dapat dipelajari oleh desa-desa di Indonesia.
Kegiatan studi tiru tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perjalanan pembelajaran, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan inovasi yang kemudian diterapkan sesuai dengan karakter serta potensi masing-masing desa di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para kepala desa diharapkan semakin berani mengembangkan potensi lokal, memperkuat kolaborasi antardesa, serta menciptakan produk dan destinasi wisata yang memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Reporter: Teguh


