SERANG POST.COM, – Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, S.A.P., mengambil langkah tegas terkait insiden yang terjadi di Kota Serang dan melibatkan debt collector (matel), anggota Sat Brimob Polda Banten, serta seorang prajurit Kodim 0602/Serang, Jumat (5/6/2026).
Melalui keterangan resminya, Kolonel Oke Kistiyanto meminta masyarakat untuk melihat peristiwa tersebut secara utuh dan objektif berdasarkan fakta yang tengah didalami oleh aparat berwenang. Menurutnya, kesimpulan yang terburu-buru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, peristiwa tersebut bermula dari persoalan penarikan atau penguasaan kendaraan antara pihak debt collector dengan anggota Sat Brimob Polda Banten. Dalam perkembangannya, salah satu anggota Kodim 0602/Serang turut terlibat dalam interaksi yang terjadi di lokasi kejadian.
“TNI Angkatan Darat memiliki komitmen tegas bahwa setiap prajurit wajib tunduk pada hukum dan disiplin keprajuritan. Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum,” tegas Kolonel Oke Kistiyanto.
Dandim memastikan bahwa anggota yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan oleh Denpom III/Serang. Saat ini, yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan dan pendalaman guna mengumpulkan fakta secara menyeluruh.
“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, maka yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kolonel Oke menjelaskan bahwa Kodim 0602/Serang telah melakukan koordinasi intensif dengan Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob Polda Banten, serta Denpom III/Serang guna menjaga situasi keamanan dan memastikan proses hukum berjalan secara profesional.
Ia juga membantah anggapan bahwa TNI mengharapkan perlakuan khusus dalam penanganan perkara tersebut.
“TNI Angkatan Darat tidak pernah mengharapkan belas kasihan dari institusi manapun. Yang kami harapkan adalah proses yang objektif, profesional, transparan, dan berdasarkan fakta,” tegasnya.
Dandim menegaskan bahwa hubungan antara TNI dan Polri tetap terjalin baik dan profesional. Menurutnya, tidak ada ruang untuk saling melindungi ataupun saling menyalahkan dalam kasus tersebut.
“Fokus utama kami adalah penegakan hukum dan pencarian fakta sesuai kewenangan masing-masing institusi,” pungkasnya.
DN


