Kabupaten Serang – Dugaan belum terealisasinya sejumlah anggaran di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, kembali mencuat setelah beredarnya percakapan antara salah satu staf desa dengan aktivis pada Senin malam (19/5/2026).
Dalam percakapan tersebut, staf desa bernama Sodik mengaku kebingungan menghadapi situasi internal pemerintahan desa. Ia menyebut adanya miskomunikasi antara perangkat desa dengan kepala desa terkait realisasi sejumlah program dan pengadaan aset.
“Ia pak lieur sama pak kades,” tulis Sodik dalam percakapan itu.
Saat ditanya terkait pengadaan aset tahun 2025 yang disebut menelan anggaran hampir Rp80 juta, Sodik mengungkapkan bahwa barang yang sudah tersedia secara fisik baru sebagian kecil saja.
“Ada sebagian pak, leptop satu, printer satu, sama scener dan bangku pak,” ujarnya.
Ia kemudian merinci perkiraan nilai barang yang telah dibelanjakan, yakni sekitar Rp24,7 juta, terdiri dari laptop Rp9 juta, printer Rp3,2 juta, scanner Rp7,5 juta, dan bangku sekitar Rp5 juta.
Sementara ketika disinggung terkait nilai anggaran dalam LPJ yang disebut mencapai hampir Rp80 juta, Sodik mengakui bahwa anggaran tersebut belum seluruhnya dibelanjakan.
“Ia pak belum semua dibelanjakan pak sama pak lurah,” tulisnya lagi.
Percakapan itu juga menyinggung keterlambatan realisasi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan pekerjaan fisik di wilayah Panunggulan serta Kabayan Ater. Berdasarkan keterangan Sodik, terdapat 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima BLT selama sekitar tiga bulan dengan total anggaran diperkirakan mencapai Rp13,5 juta.
Selain itu, dua titik pembangunan fisik disebut belum terlihat pelaksanaannya hingga saat ini.
“Klo terakhir tdi saya belum dapat info pelaksanaan pak jdi belum pak,” ungkapnya.
Aktivis yang menerima informasi tersebut meminta agar pemerintah desa segera memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat guna menghindari polemik berkepanjangan. Mereka juga mendesak pihak kecamatan, inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan keterlambatan realisasi anggaran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Mekar Baru belum memberikan tanggapan resmi terkait isi percakapan yang beredar.
(Tim)


