PAGINTUNGAN, SERANG — Padepokan Gagak Liar yang berada di Kampung Tipar, Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, hadir sebagai wadah paguyuban di tengah lingkungan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali budaya serta tradisi leluhur.
Padepokan tersebut diketuai oleh Dani Hamdani, yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Menurut Dani, keberadaan Padepokan Gagak Liar bukan semata-mata sebagai tempat berkumpul, tetapi juga diharapkan menjadi wadah kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya, seni tradisional, serta kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Kami ingin budaya leluhur dapat dihidupkan kembali di tengah masyarakat. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi tidak lagi mengenal dan mempraktikkannya,” ujar Dani.
Ia menambahkan, pembentukan paguyuban tersebut diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap budaya lokal.
Padepokan Gagak Liar juga diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengenal berbagai bentuk kesenian dan tradisi daerah, sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Dani berharap dukungan masyarakat dapat terus tumbuh sehingga kegiatan-kegiatan kebudayaan di Padepokan Gagak Liar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin membangun kebersamaan. Budaya adalah identitas masyarakat, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.



