Karakter tersebut membuatnya mendapat simpati dan apresiasi dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga tentang etika serta kepedulian terhadap sesama.
Diketahui, Herman juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan kepada Saminah, seorang lansia yang tinggal di Kampung Muncang Kopong, Desa Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Saminah hidup di sebuah gubuk reyot berukuran sekitar 2x2 meter, dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
Sehari-hari, ia bekerja serabutan sambil merawat suaminya yang telah menderita stroke selama kurang lebih 20 tahun. Di tengah keterbatasan itu, Saminah tetap tegar menjalani kehidupan.
Dengan mata berkaca-kaca, Saminah mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Pak Herman yang sudah peduli dengan kondisi kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk bertahan hidup sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berharap kebaikan yang diberikan mendapat balasan yang setimpal.
“Semoga Pak Herman selalu diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan kesuksesan. Saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya doa yang bisa saya panjatkan,” tambahnya.
Aksi kepedulian Herman pun mendapat respons positif dari warganet. Salah satu warganet menuliskan, “Orang baik seperti Pak Herman sudah pantas menjadi seorang pemimpin.”
Cuitan lainnya juga menyebutkan, “Mantap Pak Herman,” serta doa dan harapan, “Semoga sukses selalu,” yang terus mengalir di media sosial.
Redaksi


